Pengertian umum / persepsi/definisi Pertanian Organik di Indonesia adalah: Bebas Pestisida Kimia dan bebas Pupuk Kimia....di dunia ini ada beberapa pengertian yg berbeda-beda antara negara/kawasan satu dng negara/kawasan lain....Pengertian pertanian organik di Jepang, Uni Eropa, USA, Cina mengandung beberapa perbedaan (mungkin sesuai kondisi/kepentingan negaranya masing-masing atau BASE ON POLITIC)....,Nah bagaimana pertanian organik BASE ON SCIENCE (Setidaknya yg Kami pahami dan sudah Praktekan selama 20 thn lebih dari thn 1995)..,Berikut ini bisa Kami paparkan....
Jika Pestisida Kimia memang tdk bisa dipakai krn mengandung unsur/senyawa yg berbahaya bagi lingkungan dan mahkluk hidup secara jangka pendek/panjang seperti golongan logam berat misalnya (Arsen, Hg, Cu dll).... Nah utk Pupuk Kimia bagaimana ....? 
Apakah Pupuk Kimia "berbahaya" bagi manusia....? 
Pupuk Kimia tdk mengandung unsur yg berbahaya utk mahkluk hidup termasuk manusia yg mengkomsumsi tanaman yg dipupuk kimia (terikut dalam tubuh tanaman)
[11:46, 10/3/2016] Hana indra: Apakah Pupuk Kimia Merusak tanah....?
Ya memang merusak tanah dengan catatan kalau penggunaannya tidak bijaksana (berlebihan dan tidak diimbangi dng penggunaan pupuk organik) ....Bentuk molekul pupuk kimia spt sebuah "peyek" yg terdiri kacang dan tepung utk mengikat kacang...pupuk kimia punya unsurnya misal unsur N, P atau K ("kacangnya") dan bahan pengikat/filler utk mengikat unsur hara tsb ("tepung") ....ketika pupuk kimia diberikan ke tanah unsurnya ("kacang") diambil tanaman, sementara fillernya ("tepung") tertinggal di tanah, krn fillernya dari bahan kimia maka sulit/lama hancur yg akan menyebabkan kerusakan tanah spt tanah jadi keras misalnya... 
[11:48, 10/3/2016] Hana indra: Hal tersebut di atas tdk perlu terjadi seandainya disertai penggunaan pupuk organik krn kandungan asam-asam organik dalam pupuk organik akan mempercepat mengancurkan / mengikat filler pupuk kimia yg tersisa tadi.... 
[11:56, 10/3/2016] Hana indra: Analogi kacang kulit dng Pupuk Kimia....
ibarat orang makan Kacang Kulit ("Pupuk Kimia") ...Kacang (unsur hara /N, P atau K) Kulit (Filler/pengikat) ...kacangnya dimakan, kulitnya dibuang ke lantai dan lama-lama lantai penuh dng kulit kacang dan menggangu kebersihan ("tanah keras") , lantas dikeluarkan larangan tidak boleh makan kacang kulit (tdk boleh pakai pupuk kimia)....Sepintas benar namun sejatinya kacangnya (unsur hara makro/NPK) diperlukan dan baik utk tubuh sbg protein dan lemak nabati (unsur makro sangat dibutuhkan oleh tanaman) ...yg keliru mengapa di ruangan tersebut tidak ada tempat sampah utk membuang kulitnya, mengapa tidak ada tukang sapu utk membersihkan kulit kacangnya (tidak ada asam-asam organik dari pupuk organik utk mengikat/menghancurkan filler pupuk kimia)
Pupuk Kimia tetap tdk bisa digunakan krn menyebabkan kerusakan lapisan ozon dan jadi penyebab global warming....!
Ya memang betul itu terjadi, khususnya pada pupuk Urea/ZA (sumber unsur N) dimana dalam proses pembuatannya dan pemberiannya ke tanah akan dilepas gas yg menyebabkan kerusakan lapisan ozone....namun perlu dicatat di sini bahwa penyebab kerusakan lapisan ozone tdk hanya karena pupuk kimia (prosentasenya malah relatif kecil) namun juga oleh faktor yg lain yg prosentasenya lebih besar spt krn gas freon, CO, CO2 dll...bahkan kandungan amoniak dalam pupuk kandang (organik) lebih besar/banyak menyebabkab kerusakan lapisan ozone....Perlu dicatat juga benar di satu sisi pupuk UREA menjadi penyebab kerusakan lapisan ozone (ibarat orang hutang ke Bank/minus) tapi ingat peran penting dari pupuk urea adalah mempercepat proses pertumbuhan tanaman dan memperbanyak daun dimana semakin besar tanaman dan semakin banyak daun maka akan semakin banyak mengurangi pencemaran udara dari gas-gas perusak lapisan ozone (ibarat orang hutang di bank tadi sudah dibayar lunas bahkan beserta "bunganya"

[14:06, 10/3/2016] Hana indra: Kalau produksi misal padi dari 5 ton/ha ingin ditingkatkan signifikan jadi 8 - 10 ton/ha bahkan lebih dari itu tentu pupuk Kimia tetap dibutuhkan krn Pupuk Organik tetap terbatas untuk mensuply unsur hara khususnya unsur hara makro (NPK) bagi kebutuhan tanaman .... 
[14:16, 10/3/2016] Hana indra: Jangan lupakan sejarah: 
Sebelum thn 1968/1969...Padi misalnya, 100% hanya pakai pupuk organik....berapa rata-rata produksinya kala itu...? Hanya sekitar 3 - 5 ton/ha saja...
Lalu setelah thn 1970an bertahap 100% hanya pakai pupuk kimia...berapa rata-rata produksinya...? Hanya berkisar 4 - 5,5 ton/ha saja....

Lha kok malah sekarang mau kembali 100% pakai organik, tapi hasil ingin tinggi...sudah LUPAKAH DNG SEJARAH....?

Kecuali hasil produksi hanya ingin kurang lebih sama /naik sedikit dibanding dng pakai pupuk Kimia 100% itu lain persoalan (hanya masalah kepuasan batin saja sudah organik 100%) ...
Namun perlu ditimbang juga kenyataan yg ada bahwa luas lahan makin menyusut, sebaliknya jumlah manusia 
Semakin banyak...tentu salah satu konsekuensi logisnya adalah produksi pangan harus dilipatgandakan dng signifikan....dan itu berarti harus dipergunakan pupuk selain pupuk organik juga pupuk kimia....

Sebenarnya baik pupuk organik (kimia organik) maupun pupuk kimia (kimia an-organik) semua bahannya dari alam (kimia itu ada kimia organik dan kimia an-organik) hanya berbeda sifat kimianya...Dan tentu Allah menciptakan sesuatu tidak akan pernah sia-sia...
Menjadi seakan sia-sia krn Manusia tidak tahu bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik, benar dan bijaksana....Wallahuallam

Semoga berkenan & bermanfaat....

Hana Indra Kusuma

Copas artikel dari NASA Official